Selasa, 26 Agustus 2014

Liputan6.com, New York - Harry Stine, namanya mungkin tidak setenar aktor Hollywood, tapi pria yang satu ini sangat terkenal di dunia pertanian. Bagaimana tidak, berawal dari kehidupan sederhana sebagai petani, Stine kini mampu mencatatkan namanya sebagai salah satu miliarder terkaya di dunia.

Mengutip laman Money Fool, Senin (25/8/2014), dari lahan pertaniannya, Stine mampu menjadi pria terkaya di Iowa, Amerika Serikat. Meski hanya seorang petani, tapi Stine bekerja dengan prinsip hidup dan kebiasaan-kebiasaan yang tak pernah dia langgar dalam mengembangkan bisnis di sektor pertanian.

Stine kini telah memiliki perusahaan pribadi bernama Stine Seeds yang bergerak dalam pengembangan bibit-bibit unggul. Bibit unggul hasil penelitiannya bahkan dapat menghasilkan kedelai dan jagung terbaik di dunia.

Miliarder dengan harta US$ 3 miliar ini memiliki nama yang sangat kuat di bidang pengetahuan dan pertanian. Apa rahasia Stine hingga bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia?

Berikut lima kebiasaan sederhana yang secara aktif dilakukan Stine hingga mampu mengubahnya dari petani menjadi miliarder:

1. Belajar
Menambah pengetahuan merupakan hal yang rutin dilakukan Stine. Selain pakar di bidang pertanian, dia juga aktif mengikuti kelas bisnis dan hukum di tempatnya.

Dengan begitu, miliarder asal Iowa ini mampu memahami kontrak kerja dan hak paten atas sejumlah produknya.

Penggunaan hak cipta juga membuat para petani tak bisa menggunakan bibit andalan Stine. Pada 1994, Stine Seed menjadi perusahaan AS pertama yang menerima hak cipta atas varietas kedelainya.

2. Bangun pagi
Bangun pagi dan tidur larut malam dapat membuat Anda kaya, sehat dan bijak. Itu yang diyakini Stine dan telah lama menjadi kebiasaannya.

Kebiasaan bangun pagi memang dapat membantu Anda menjadi lebih disiplin. Kebiasaan itu memang dilakukan Stine yang sejak masih muda telah bekerja 12 jam per hari.

3. Tak malu bertanya
Saat ditanya tentang sosok Harry Stine, Direktur Marketing Stine Seed mengatakan pria lansia itu sebagai sosok yang penuh rasa ingin tahu.

Karena itu, dia tak pernah malu bertanya. Kebiasaan ini juga yang membantunya berhasil mendirikan Stine Seed.

4. Tak malu meminta bantuan
Sayangnya, rasa ingi tahu saja tak cukup untuk membuat pekerjaan selesai. Langkah berikutnya adalah dengan mencari jawaban. Tak heran, Stine tak pernah malu meminta orang membantunya mencari solusi atau memberikan pengetahuan baru padanya.

Dia bahkan pernah meminta bantuan sejumlah ahli di Iowa University guna membantunya mengembangkan bibit unggulan.

5. Menggunakan modal secara efektif
Saat ditanya apa yang dapat membuat bisnisnya sukses, Stine mengatakan, penggunaan modal secara efektif. Dia juga tak pernah lupa memberikan bonus pada karyawan karena dapat membuat para pekerja gembira dan lebih semangat bekerja.

Pria berusia lanjut ini juga tak pernah lupa menabung uang serta fokus pada investasi berlaba tinggi.(Sis/Gdn)


*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melaluisimulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

Kamis, 14 Agustus 2014

Mengembalikan Kejayaan Negeri Bahari





LAUT. Tiga perempat wilayah negeri ini, atau sekitar 5,8 juta kilometer persegi, adalah laut. Tidak berlebihan bila menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu andalan penggerak perekonomiannya. Meski terlambat, telah ada kesadaran bahwa menyia-nyiakan potensi kelautan dan perikanan adalah sebuah kebodohan dan kerugian besar.
KEMBALINYA kesadaran bahwa negeri ini negeri bahari mulai muncul saat kepemimpinan mantan Presiden Abdurrahman Wahid, dimulai dengan membentuk Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Terbukti, bila sektor ini diberi perhatian selayaknya, dirancang dengan baik, dikelola sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, akan memberi manfaat dan dapat diandalkan (lihat tabel).
Perkembangan dalam empat tahun terakhir tersebut belum kondisi optimal yang bisa dicapai sektor ini. Masih sangat besar potensi dan sumbangan yang dapat diberikan kelautan dan perikanan. Perikanan tangkap di laut, misalnya, potensi lestari 6,4 juta ton per tahun, tahun 2003 total tangkapan baru 4,4 juta ton per tahun, berarti masih ada 1,02 juta ton-2,3 juta ton per tahun yang masih belum dimanfaatkan. Sementara di air tawar, tingkat pemanfaatannya baru 400.000 ton per tahun (44 persen) dari potensi produksi lestari 900.000 ton per tahun.
Begitu pula di perikanan budidaya, masih terbuka luas peluang “menggali” manfaat. Di perairan payau, misalnya, realisasi produksi hingga tahun 2003 baru 344.759 hektar, sementara luas potensialnya 913.000 hektar, masih ada peluang pengembangan 568.241 hektar.
Guru Besar Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri menyatakan, jika 500.000 hektare digarap untuk usaha tambak udang, dengan produktivitas rata-rata 2 ton/tahun/hektar, produksi nasional akan mencapai 1 juta ton per tahun. “Kalau nilai ekspor udang delapan dollar AS per kilogram, per tahun kita bisa mendapat devisa 8 miliar dollar AS dari udang saja,” tuturnya.
Belum lagi budidaya laut (mariculture). Luas potensial untuk budidaya 24 juta hektar, dengan potensial produksi 46,7 juta ton per tahun, sementara realisasi produksi baru 0,7 juta ton. Artinya, masih ada peluang sekitar 46 juta ton yang belum dilirik. Begitu pula untuk pengembangan komoditas lain. Menurut Rokhmin, ada 10 komoditas unggulan perikanan yang sangat potensial buat Indonesia, yaitu udang, kerapu, kakap, kepiting dan rajungan, rumput laut, kerang mutiara, bandeng, nila, patin, dan jambal daging putih.
Potensi dan peluang masih luas terbentang, namun hanya akan tetap jadi peluang dan potensi bila tidak ada keinginan kuat, kesungguhan, dan kerja keras terus-menerus mewujudkannya menjadi kenyataan serta mengurai satu per satu persoalan yang menghadang.
Keinginan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan dengan melakukan pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, Kehutanan (RPPK), hari ini, Sabtu (11/6), di kompleks Waduk Djuanda di Purwakarta, Jawa Barat, harus dimulai dengan kesungguhan menyelesaikan persoalan yang membelit pengembangan sektor ini.
“Harus ada tujuan jelas dari revitalisasi. Pertama, selesaikan permasalahan yang merupakan carry over dari masa lalu. Dan, kedua, gunakan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku perikanan agar bisa menyumbang perbaikan kondisi negeri ini,” tutur Rokhmin yang mantan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Permasalahan di sektor kelautan dan perikanan adalah kemiskinan nelayan sebagai pelaku utamanya-65 persen nelayan hidup miskin-begitu pula pembudidaya perikanan tradisional. Terjadi overfishing (tangkap lebih) di beberapa wilayah, kerusakan lingkungan, illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal) terutama oleh kapal asing yang menyebabkan kerugian negara 4 miliar dollar AS per tahun serta kurangnya penanganan dan pengolahan hasil perikanan.
Optimalisasi
Di bidang perikanan tangkap yang diperlukan adalah optimalisasi dengan menata intensitas penangkapan serta menetapkan secara tepat jumlah kapal yang beroperasi agar terjadi keseimbangan sesuai potensi yang ada.
Di sebagian Selat Malaka, pantai utara Jawa, Selat Bali, dan pantai selatan Sulawesi Selatan terjadi overfishing. Untuk itu, harus dilakukan modernisasi armada nelayan tradisional di daerah yang overfishing, dengan memberi pinjaman modal untuk penyediaan kapal ikan bertonase 30 GT berikut alat tangkap yang tepat guna, pelatihan teknis, dan pendampingan manajemen agar nelayan dapat menangkap ikan di perairan yang potensinya masih besar, seperti di kawasan timur Indonesia, Laut Cina Selatan, Zona Ekonomi Eksklusif Internasional (ZEEI) Samudra Pasifik, dan ZEEI Samudra Hindia.
Memberi kesempatan pulihnya stok ikan di daerah overfishing, sekaligus memanfaatkan sumber daya ikan di daerah underfishing yang selama ini dimanfaatkan nelayan asing.
Seiring dengan itu, dilakukan relokasi nelayan dari daerah overfishing ke wilayah underfishing. Peran pemerintah memfasilitasi agar proses ini berjalan partisipatif, nelayan yang pindah dengan masyarakat yang akan menerimanya dapat saling menyayangi dan bukan karena paksaan.
Selain itu, pembangunan permukimannya harus dilengkapi pelabuhan perikanan, sekaligus jadi kawasan terpadu untuk kegiatan ekonomi. Ada prasarana jalan, air bersih, listrik, jaringan telekomunikasi, fasilitas sosial dan umum. Dengan demikian, pemindahan bukan memindahkan kemiskinan, tetapi menciptakan kemakmuran.
“Dan, nelayan yang hijrah harus memiliki keterampilan memadai, produktif, beretos kerja tinggi,” ujar Rokhmin yang saat menjadi menteri telah memindahkan 500 kepala keluarga nelayan dari pantura ke Majene dan Takalar. Idealnya, pantura hanya menanggung 2 juta keluarga nelayan, saat ini ada sekitar 3,9 juta keluarga nelayan yang menggantungkan nafkahnya di Pantura.
Merevitalisasi kelautan dan perikanan tidak berarti tanpa revitalisasi pelabuhan perikanan, dan membangun pelabuhan baru, yang juga menjadi kawasan industri terpadu.
Pelabuhan perikanan itu diperlukan di Bitung untuk peningkatan produksi tuna dan cakalang, Ambon sebagai sentra shasimi tuna, Muara Baru di pantura, Meneng di Banyuwangi, Labuan Bajo (NTT), Biak, Pontianak, Natuna, dan Sabang.
Pentingnya infrastruktur perikanan disadari oleh negara seperti Jepang, yang dengan garis pantai 34.000 kilometer memiliki 3.000 pelabuhan, atau satu pelabuhan per 11 kilometer panjang pantai. Thailand dengan garis pantai 2.600 kilometer punya 52 pelabuhan, atau satu banding 50 kilometer panjang pantai. Indonesia dengan 81.000 kilometer garis pantai hanya punya 694 buah pelabuhan perikanan, artinya satu pelabuhan untuk 115 kilometer panjang pantai.
Di sisi lain, ada kendala yang terkait dengan kebijakan moneter, fiskal, dan investasi yang tidak berpihak pada sektor riil, khususnya kelautan dan perikanan, serta masalah keamanan. Kebijakan yang tidak berpihak tersebut antara lain suku bunga untuk pendanaan sektor kelautan dan perikanan. Di Jepang, untuk pendanaan sektor kelautan dan perikanan, suku bunga kredit tidak lebih dari tiga persen per tahun, begitu pula di Australia dan Thailand yang hanya 3-9 persen.
Selama rezim Orde Baru, hanya 0,02 persen kredit perbankan untuk kredit perikanan. Sementara nilai investasi domestik untuk sektor ini hanya 1,37 persen dan investasi asing hanya 0,31 persen dalam 32 tahun (1967-1999).
Belum lagi tantangan global yang kini harus dihadapi seiring liberalisasi perdagangan dunia, ketatnya persaingan produk perikanan di masa datang yang menuntut ketersediaan produk secara teratur dan sinambung, kualitas yang baik dan seragam, serta tersedia secara massal, dan memenuhi standar kelestarian lingkungan.
Ini sebuah kerja besar. Bukan mustahil untuk diwujudkan, sepanjang ada kesungguhan dan tidak berhenti hanya pada jargon. (Elly Rosita)

Teologi Negara Maritim

TEOLOGI NEGARA MARITIM

oleh Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS
Ketua Umum Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GANTI)

Ada 3 alasan utama mengapa indonesia menjadi negara maritim yang maju, kuat, sejahtera dan berdaulat. 

Pertama fakta empiris bahwa indonesia merupsksn negara bahari dan kepulauan terbesar didunia yang tersusun atas 17.504 pulau (baru 13.466 pulau yang telah diberi nama dan didaftarkan ke PBB), memiliki 95.181 km garis pantai( terpanjang ke 2 setelah kanada), dan 75% wilayah berupa laut (5,8 juta km2) termasuk ZEEI. Sebagai catatan, Filipina sebaga negara kepualauan terbesar kedua memiliki 7.100 pulau (Aroyo, 2012). 
Di wilayah Pesisir dan laut itu terkandung kekayaan alam yang sangat besar dan beragam, baik berupa SDA yang sangat besar dan beragam baik berupa SDA terbarukan dan SDA Tak Terbarukan; maupun jasa lingkungan kelautan untuk pariwisata bahari, transportasi laut dan sumber keragaman hayati serta plasma nutfa. Kekayaan SDA dan jasa lingkungan dapat kita daya gunaan untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa melalui sedikitnya 11 sektor ekonomi kelautan:
1. Perikanan Tangkap
2. Perikanan Budidaya
3. Industri Pengolahan Hasil Perikanan
4. Industri Bioteknologi kelautan 
5. Pertambangan dan energi
6. Pariwisata bahari
7. Hutan mangrove
8. Perhubungan Laut
9. SD Pesisir dan Pulau-pulau kecil
10. Industri dan Jasa Maritim
11. SDA Non Konvensional

Total Nilai ekonomi dari 11 sektor ekonomi kelautan dapat diperkiran mencapai USD 1,2 triliun /tahun dan dapat menyediakan lapangan kerja untuk 40 juta orang. Sampai sekarang potensi ekonomi yang luar biasa besar ibarat "raksasa yang tertidur" itu belum dimanfaatkan secara produktif dan optimal.

Kedua, Secara history sebelum penjajahan, melalui kerajaan sriwijaya, majapahit, dan sejumlah kesultanan Islam, Bangsa indonesia dengan kekuatan ekonomi, perdagangan, transportasi, dan hankam laut (seapower) pernah berjaya cukup makmur, dan disegani masyarakat dunia kala itu dengan wilayah kekuasaan hingga Campa (india), sebagian siam (thailand) dan Tiongkok.

Ketiga, Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia. Bangsa indonesia memiliki landasan keyakinan (teologi) yang kokoh untuk menjadi bangsa maritim yang maju,kuat danmakmur. jumlah kata tentang laut disebutkan dalam alquran sebanyak 32 kali sedangkan banyak kata terkait daratan hanya 13 kali. Ternyata 71%, sedangkan 13 dinagi 45 itu sama dengan 29%. Persis sama dengan fakta bahwa luas laut dunia memang sekitar 71% dan luas daratan adalah 29% dari seluruh permukaann bumi, ini pasti bukan suatu kebetula melainkan design dari ALLAH agar manusia lebih mendalami,mendayagunakan dan mencintai lautan untuk keprluan hisupnya. Sebagaimna di firmankan dalam QS An-Nahl ayat 14 yang artinya "dan dialah menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan dan seafood) darinya dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan (mutiara dan berkah lainnya yang kamu gunakan. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya dan agar kamu mencari sebagian Karunia-NYA dan agar kamu bersyukur".

PEKERJAAN RUMAH KELAUTAN
Sayangnya sejak masa penjajahan sampai sebelum berdiri Kementrian Kelautan dan Perikanan, Bangsa Indonesia melupakan jati dirinya sebagai bangsa maritim terbesar didunia. SD Kelautan hanya dipandang sebelah mata. Kalaupun ada kegiatan pemanfatan, dilakukan secara kurang profesional dan ekstraktif, kurang mengindahkan aspek kelestariannya. Laut dipandang sebagai keranjang sampah dari beragam jenis limbah baik yang berasal dari kegiatan manusia didarat maupun dilaut. Dukungan Infrastruktur, permodalan IPTEK, SDM dan Kelembagaan terhadap bidang kelautan pada masa lalu sangat rendah.
Karena itu, wajar bila pencapaian hasil pembangunan kelautan masa lalu menyisakan begitu banyak pekerjaan rumah. Saat ini kontribusi seluruh sektor kelautan terhadap PDB hanya sekitar 20%. Padahal negara dengan potensi kekayaan laut yang lebih kecil ketimbang indonesia seperti islandia, norwegia, spanyol, korea, jepang, RRC, selandia baru dsn thailand kontribusi bidang kelautan sudah diatas rata-rata 30% PDB.
Gara-gara kekuatan ekonomi, transportasi dan hankam laut kita lemah, biaya logistik Indonesia menjadi yang termahl didunia, mencapai 26%PDB. Padahal negara-negara lainnya lebih rendah 15% PDB. lebih lagi 75% barang yang kita ekspor harus melalui pelabuhan singapura karena hampir semua pelabuhan indonesia belum menjadi hub port yang memenuhi sejumlah persyaratan Internasional, Selain itu dalam sistem rantai suplai dunia posisi indonesia juga belum sebagai produsen dan pemasok barang (produk) yang dibutuhkan masyrakat dunia, melainkan hanya sebagai konsumen (pasar) berbagai barang dan produk dari bangsa-bangsa lainnya.

POROS MARITIM
Kita bersyukur bahwa presiden dan wapres terpilih pada 9 juli 2014 Bapak JOKOWI dan JK memuliki visi maritim yang sangat kuat dan jelas. Sebagaiman diungkapkan dalam pidatonya diatas kapal pinisi di laut teluk jakarta seusai menerima keputusan KPU yang menetapkan kemenangan dirinya sebagai presiden RI ke-7, Jokowi bertekad menjadikan indonesia sebagai negara maritim yang maju, kuat, sejahtera, berkeadilan dan damain secarea berkelanjutan bukan hanya bangsa indonesia melainkan bangsa lainnya. Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut, kita harus membangun kelautan berbasis inovasi yang inklusif dan ramah lingkungan, menyinergikan pendekatan, kesejahteraan (properity approach) dan pendekatan hankam (security and defence approach) dan mengembangkan kerja sama regional dan internasional yang saling menguntungkan. Pembangunan kelautan kedepan harus mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi (rata-rata diatas 7%/tahun)
Inklusif dan berkualitas (menciptakan banyak lapangan kerja yang menyejahterakan rakyat secara berkeadilan), ramah lingkungan serta lingkungan serta berkelanjutan. Pada tatanan praksis, semua usaha ekonomi dan pembangunan disebelas sektor ekonomi kelautan, baik yang sudah ada maupun yang baru akan dikembangkan, harus menerapkan lima prinsip berikut. 
1. Setiap unit-->Setiap unit bisnis kelautan diupayakan memenuhi skala ekonomi supaya keuntungan (pendapatan) yang diperoleh dapat menyejahterakan pelaku usaha. 
2. Menggunakan integrated supply chain menagement system dari hulu (priduksi) samapai ke hilir (Pasar).
3. Menggunakan inovasi tekhnologi dalam setiap mata rantai sistem bisnis kelautan.
4. Penguatan dan Pengembangan industri hulu danhilir, terutama untuk sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri biotekhnologi kelautan dan ESDM. Ini sangat krusial agar semua prosuk dan jasa kelautan indonesia bernilai tambah dan berdaya saing tinggi, lebih banyak menyerap tenaga kerja dan menghasilkan multipler effect.
5. Mengaplikasikan kaidah pembangunan ekonomi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan menerapkan lima prinsip pembangunan tersebut, segenap usaha individual dan kawasan industri kelautan yang ada (exixting) perlu direvitalisasi. Pada saat yang sama,kluster industri terpadu berbasis kelautan, industri manufaktur, industri teknologi informasi, industri kreatif, atau industri baru lain dengan pola kawasan lain yang sesuai mesti dikembangkan diwilayah pesisir dan pulau-pulau kecil disepanjang ALKI dan wilayah perbatasan. Dengan demikian akan terbangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi (kemakmuran) baru yang tersebar secara proporsional di seluruh wilayah NKRI yang berfungsi sebagai sabuk kedaulatan (sovereigntly belt).

Untuk mendukung pembangunan ekonomi kelautan semacam itu, infrastruktur dan koneksivitas maritim (tol laut) mesti diperbaiki dan dikembangkan, yang meliputi armada kapal pengangkut barang maupun pemunpang, pelabuhan dan industri galangan dan perawatan kapal. Bank Maritim yang khusus untuk membiayai pembangunan dan bisnis kelautan harus dibentuk mulai tahun depan. Program pendidikan,pelatihan, dan penyuluhan harus disempurnakan dan dikembangkan agar mampu menyediakan sumber daya manusia yang kompeten dan unggul di semua aspek kelautan. Kegiatan penelitian dan pengembangan kelautan mesti ditingkatkan supaya kit mampu menghasilkan tekhnologi karya bangsa sendiri sehingga daya saing dan kedaulatan bangsa semakin meningkat dan kokoh. Iklim investasi dan kemudahan berbisnis harus dibuat hankam laut dan budaya maritim harus terus ditingkatkan. Dengan peta jalan pembangunan kelautan seperti diatas, indonesia tidak hanya bakal menjadi negara maritim yang besar, kuat, maju, makmur, dan berdaulat, tetapi juga akan menjadi poros maritim dunia dalam waktu tidak terlalu lama pada tahun 2025.

Selasa, 12 Agustus 2014

Energi...
Berbicara mengenai energi tak lepas kaitannya dengan memanfaatkan SDA untuk kepentingan dan Kebutuhan hajat orang banyak. SDA kita sudah lama selalu dikeruk dan terus digali sampai batas akhirnya sampai ke Rumah-rumah kita dalam bentuk positif (LPG) maupun dalam bentuk Negatif (Banjir).
Melihat beberapa informasi media lokal Kabupaten Berau Energi Terbarukan dengan Menggunakan Bahan Ampas Sawit lebih memungkinkan untuk jatah listrik yang cukup tinggi.
Namun tidak semuanya dapat menikmati listrik tersebut. Entah kenapa hal ini masih tetap saja dengan alasan yang berliku-liku, baik dari Pemerintah Daerah Maupun dari PLN sendiri. Kepala Kampung Tabalar Muara (Rantau Tarik) dalam kurun waktu beberapa tahun terkahir beberapa kali mengusulkan untuk Listrik dapat masuk dikampung, Karena sudah hampir 40 tahun kampung kami belum teraliri listrik. Masa kecil sampai saat ini tetap dengan pengeluaran Pribadi, terkadang jika rezeki ada menggunakan genset sendiri. Jika tidak ada biaya terkadang hanya bermodalkan pelita dimalam hari. Bagaimana anak-anak dikampung bisa belajar jika masih menggunakan pelita.

Tanpa disadari bahwa sudah banyak kampung-kampung di Kabupaten Berau yang memiliki jaringan listrik PLN maupun swasta. Baru- baru ini Bupati berau meresmikan Pembangkit Listrik TBP (Tanjung Bunyu Perkasa). Masyarakat di 2 Kecamatan yaitu Talisayan dan Biatan akan menggunakan listrik 24 jam. Namun di beberapa Kecamatan lain seperti Kecamatan Tabalar yang merupakan tetangga dari Kecamatan Biatan hanya beberapa kampung yang sudah mendapatkan aliran listrik 12 Jam. Kampung lainnya di Kecamatan Tabalar belum sama sekali tersentuh. Salah satunya di Kampung Tabalar Muara sudah hampir 40 tahun kampung ini masih belum tersentuh oleh jaringan listrik. Menurut salah seorang warga mulai kampung ini berdiri sampai saat ini warga disini hanya menggunakan mesin donfeng dengan bahan bakar solar. Namun itu pun terkadang hanya mampu bertahan 4-5 jam. Jika seterusnya kita menggunakan lentera. Kampung Tabalar Muara memiliki -/+ 40 Kepala keluarga namun sampai saat ini belum pernah ada inisiatif untuk membuat jaringan listrik. Menurut Kepala Kampung bahwa kita sudah pernah mengusulkan sewaktu Musrembang, namun sepertinya belum menjadi prioritas. Melihat kondisi seperti ini samapai kapan anak-anak sekolah dapat belajar dengan penerangan yang baik. Terkadang mereka masih mengandalkan lentera terkadang pula pergi kerumah tetangga yang memiliki lampu genset untuk belajar. Namun sampai kapan hal ini akan terjadi jika tidak ada respon dari pemerintah


Jumat, 08 Agustus 2014

Tulisan ini saya kutip dari:

https://justmyhobby.wordpress.com/2013/11/28/jangan-sebut-anda-pencinta-kopi-sebelum-membaca-artikel-ini/
---------------------------------------------------------------------------------------------

Jangan Sebut Anda Pencinta Kopi Sebelum Membaca Artikel Ini!

secangkir kopi dan pisang gorengApakah anda pernah menikmati secangkir kopi dipagi hari dengan ditemani oleh sepiring pisang goreng hangat? 
Ketika digigit masih renyah krauk…krauk… 
Hmm… Pasti nikmat ya..!! ( ´▽`)
Tapi kali ini saya tidak ingin berbagi artikel tentang cemilan tapi saya ingin berbagi informasi tentang kopi.
Pasti tidak asing lagi kan tentang minuman yang satu ini.
Dengan segala jenis keistimewaan yang ditawarkan oleh produsen kopi sachet tersebut, ada baiknya anda juga mencoba mengetahui fakta sebenarnya tentang kopi. Jadi bila anda memang pencinta kopi, silakan baca ulasan di bawah ini.Banyak sekali masyarakat Indonesia yang tidak sadar bahwa negara kita tercinta, Indonesia adalah penghasil kopi terbesar no.3 di dunia ( Setelah Brazil & Vietnam ).
Banyak yang tidak sadar pula bahwa bji kopi Indonesia yang berkualitas ( specialty ) diekspor keluar negeri.
Dan banyak pula orang Indonesia yang tidak sadar bahwa kopi sachet yang sering mereka minum selama ini seperti :
Kapal Api, Top Coffee, Tora Bika, dll. Berasal dari kopi yang berkualitas rendah.
Bahkan beberapa perusahaan kopi Sachet mencampurkan bahan asing bersatu bersama biji kopi. Seperti kopi Kapal Api yang mencampurkan bahan tepung jagung agar mendapatkan rasa yang gurih dan manis.

Kopi Berkualitas Rendah

Percayakah anda, kopi sachet yang biasa agan biasa minum itu berasal dari kopi berkualitas rendah? Coba perhatikan baik-baik !
Harga normal biji kopi Robusta berkualitas baik, dan sudah disangrai, dijual di Indonesia berkisar seharga Rp 45.000 per 250 gram. Coba di bandingkan dengan Kapal Api..! Kalian bisa menebus 250 gram bubuk kopi Robusta Cap Kapal Api hanya dengan Rp 9000 (?).
Perbandingan yang cukup “Jomplang” kan?. Hampir mustahil kalau kopi sachetan itu berasal dari biji kopi yang berkualitas baik. Karena dari Modal Biji kopi Robusta berkualitas cukup baikyang sebelum di sangrai ( Green Bean ) seharga 50.000 per kilo. ( 50000/kilo : 1/4 = 12.500 ).
Jadi, butuh Rp 12.500 hanya untuk modal green bean nya saja, itu belum termasuk packaging, pemasaran, biaya sangrai, dll. Jelas rugi bila dijual dengan harga Rp 9.000 itu.
Perusahaan-Perusahaan kopi sachet pun mengakalinya dengan cara menggunakan biji berkualitas rendah atau bahkan menggunakan biji yang tidak lolos sortir ekspor (dibeberapa kasus pabrik lokal daerah) untuk menekan biaya produksinya.
green bean kualitas baik
Green Bean Kualitas Baik
green bean kualitas jelek
Green Bean Kualitas Jelek

Kopi luwak = Rp 1.500….Man! You Gotta Be Kidding Me!?

Minggu pagi yang cerah Agustus 2012. Di kos-kosan, saya tidak sengaja terbangun karena kehebohan teman kamar saya ” Yeah ! Akhirnya gue minum Kopi Luwak Bro !!! “. Rupanya teman saya yang satu ini heboh banget karena akhirnya membeli kopi sachet bermerk ” Luwak wed ngopi ” yang lagi booming banget di Iklan TV
( Contoh korban iklan nih ). Saya pun bertanya ke teman saya. ” Harganya berapaan bro? “, lalu dengan semangatnya teman saya menjawab “ Cuma 1500 Bro!, mantap nih kopi luwaknya putih lho! jadi aman di lambung “.
Saya pun langsung tidak percaya. “Man! you gotta be kidding me!?, malam minggu kemaren, gue minum kopi luwak di cafe. dan harganya itu Rp 100.000 per cup ! “. Jelas, ada yang ganjil dari kopi sachet satu ini. Lalu saya rebut kemasan kopi sachet itu dan saya lihat di belakangnya dengan maksud untuk melihat bahan2nya dan… Sungguh sangat Horror !
white coffee
Berbagai macam bahasa kimia yang membuat saya pusing. Untuk kopinya hanya tercantum ” gula dan kopi rendah asam = robusta!?
Lalu saya bertanya kepada teman saya yang seorang mahasiswa magister di salah satu sekolah bisnis ternama di indonesia, yang kebetulan sesama pecinta kopi. Dia memberitahu saya, kalau ” luwak wed ngopi itu, hanya nama produk dagang.”
Mereka sama sekali tidak memakai biji luwak kopi pilihan. Itu hanya strategy marketing yang di namakan positioning. Karena pada tahun itu kopi luwak sedang ngetrend. Dan ini sangat membuat saya prihatin! (Sby mode: on ), orang awam pasti akan mengira ini kopi luwak asli, seperti kasus teman saya!
Dan sangat-sangat mustahil bila biji kopi luwak pilihan dijual seharga Rp 1.500 per sachet!?
Karena mungkin orang awam pun tahu kalau kopi luwak itu adalah salah satu produk dagang kopi termahal di dunia. Bahkan kopi luwak bisa di hargai $675 per kilo!. Atau sekitar 6,5 juta rupiah!.
Bila dibagi per sachet “luwak wed ngopi” @20gram ( 6.500.000/ 1 kilo : 20gram = 130.000 ). Jadi, untuk modal biji kopi luwaknya saja berkisar Rp 130.000 ! , Itu belum termasuk distribusi, packaging, iklan yang sangat gencar, dll.
Jadi bisa di pastikan masyarakat Indonesia dibodohi. (۳ ˚Д˚)۳

Fakta Dibalik Mitos Kopi

Arabica Or RobustaSaat ini, terdapat dua jenis kopi yang selalu menjadi pilihan untuk di jadikan minuman kopi, yakni :robusta & arabica.
Kopi robusta memiliki harga yang relatif lebih murah daripada arabica. Kopi robusta memiliki karakteristik rasa yang cenderung kearah “pahit”.
Efek dari banyaknya kafein yang terkandung di dalamnya. Sementara itu arabica, dihargai lebih mahal daripada robusta, Itu dikarenakan proses penanaman & pasca panen nya yang lebih rumit. Dan karakteristik kopi arabica lebih cenderung ke arah “asam”.
Selain itu kafein yang terdapat dikopi arabica jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan robusta,liberica,excelsa,dll. Bahkan di Brazil telah di temukan proses agar biji kopi arabica menjadi tanpa kafein sama sekali. 
Beberapa kawan pernah bertanya kepada saya. ” Kenapa yah, kalau saya minum kopi itu, perut saya menjadi sakit. seperti asam lambung…”.
Saya tegaskan disini, hal2 yang terjadi seperti di atas itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan kopi ( yang bagus ). Kopi Arabica yang saya bilang asam, itu sebenarnya bukan biang keladi dari asam lambung agan. Asam yang terdapat di kopi Arabica itu hanya “Sensasi” yang terdapat di lidah. Berikut ada 3 faktor utama yang menjadi penyebab “asam lambung” seperti kasus di atas. :
1. Lihat dulu, anda sedang meminum kopi apa?. Kopi sachet?… Ya sudahlah tidak perlu di bahas
2. Sakit perut tersebut mungkin terjadi karena anda belum makan. Kopi itu bersifat merangsang lambung untuk bekerja, dan bila di lambung tidak ada asupan. jadilah sakit perut. Karena itu sebelum ngopi lebih baik makan dulu biar nikmat!
3. Dan yang terakhir itu, kemungkinan karena alat kopi/ gelas yang yang digunakan dalam keadaan kurang bersih. Jangankan untuk minum kopi, untuk makan biasa saja, bisa menjadi sakit perut.
” Takut ah Gan!, kalau banyak minum kopi nanti tidak bisa tidur“.
Itu juga tergantung dari jenis kopi apa yang anda minum.
Zat kafein lah yang menyebabkan orang menjadi “kuat begadang”. Zat kafein banyak terkandung di dalam kopi robusta. Kopi yang banyak ditemukan di kopi-kopi sachet. Sementara itu di dalam kopi arabica hanya sedikit kandungan kafein nya. Jadi kopi arabica saya sarankan, bila jam tidur agan tidak ingin terganggu. (`▽´)

Rahasia Menikmati Kopi Hitam

Semua Tentang Kopi
Minuman kopi itu sebenarnya bukan minuman yang hanya untuk menemani begadang agan saja. Tahukah agan? Bahwa, setiap kopi itu memiliki karakteristik rasa yang berbeda?, bergantung dari mana daerah biji berasal.
Seperti contoh : mandeling sumatera utara memiliki karakteristik kopi rasa tembakaunya, kopi bali kintamani memiliki rasa citrus kulit jeruknya, atau kopi yang berasal dari asal muasal kopi yaitu, ethiopia memiliki rasa khas winey. Karena itu bangsa eropa menyebut minuman kopi itu winenya orang muslim.
Saya pribadi lebih merekomendasikan kopi arabica bila kalian benar-benar ingin menikmati rasa-rasa yg terdapat di kopi. Itu karena arabica memiliki lebih beragam karakteristik,jumlah dan varietas di bandingkan dengan robusta.
Salah satu bagian penting di dunia kopi arabica adalah. Jangan pernah mencampurkan gula kedalam cangkir kopi agan. Kecuali bila agan ingin cepat terserang penyakit diabetes dan merusak rasa dari kopi tersebut. Memang mungkin awalnya agan akan tidak suka dengan rasanya, bila tanpa gula.
Namun dengan seiring berjalannya waktu sekitar 1 minggu. Saya yakin agan akan mulai bisa menikmatinya dan menemukan beberapa rasa sensasi . Dan sekali lagi saya merekomendasikan minum kopi arabica dahulu yang tanpa gula ketimbang robusta, karena sifat ke “asam”an dari arabica lebih bisa di terima ketimbang sifat pahit” dari robusta.
Sebenarnya cukup mudah untuk mendapatkan secankir kopi enak. Hanya tinggal melangkah masuk kedalam cafe dan memesan kopi disana. Akan tetapi harga black coffee di indonesia cukup mahal. Sekitar rp 20.000. Sehari, kalau minum 3 x sehari. Setidaknya kita harus mengeluarkan 2 lembar rp 50.000.
Tapi tenang! Bila agan sedang berkantong cekak atau memang ingin menikmati kopi di rumah. Akan saya kasih tips-tipsnya

Tips Minum Kopi Enak Di Rumah

Agan bisa menghemat uang “cafe” agan dengan cara : membeli kopi yang masih berbentuk biji ( whole bean ). Bisa dicari di supermarket, bahkan di mini market di daerah Kemang , Jakarta. Menyediakannya lho!.
Tetapi saya lebih merekomendasikan membelinya di cafe saja, karena lebih terjamin walaupun harganya memang agak lebih mahal.
Harga whole bean arabica di cafe itu sekitar Rp 65.000 per 250 gram. Bila membeli robusta bisa setengah dari harga arabica!. 250 gram itu bisa di gunakan untuk 25 cangkir. Bila 1 cangkir memakai 10 gram kopi (standar internasional).
Berarti 65.000 : 25 cangkir = Rp 2600. Jadi untuk minum kopi yang berkualitas baik di rumah itu hanya butuh rp 2.600 per cangkir!. Murahkan?
Tapi jangan senang dulu. Untuk bisa menikmati kopi enak seperti yang saya terangkan di atas, agan membutuhkan beberapa alat seduh kopi manual ( manual brewing ). Yang bisa di dapatkan di toko alat2 kopi. Akan tetapi toko alat kopi di indonesia itu sangat jarang sekali. Cukup dengan mencarinya di google dengan keyword ” toko alat kopi “. Biasanya kalau saya memesan alat kopi dengan cara online.
tips : bila beli online, carilah toko online yang memiliki toko di dunia nyata. Untuk menghindari penipuan.
hario grinderAlat yang paling penting, yang harus agan miliki adalah “coffee grinder”. Sebuah alat yang khusus untuk menggiling kopi. Bila agan menggiling biji kopi yang agan beli dari cafe tersebut menggunakan blender atau di tumbuk. Itu akan mengakibatkan bubuk yang tidak merata, yang berimbas, rasa kopi yang menjadi tidak maksimal.
Harga grinder pun bervariatif. Mulai dari ratusan ribu sampai ratusan juta!. Ada dua jenis utama dari grinder : electric grinder & hand grinder. Untuk pemula, saya rekomendasikan hand grinder ( kecuali bila agan memiliki uang lebih, bisa ke electric ;p ). Harga hand grinder cukup murah berkisar dari 300rb sampai 1juta rupiah.
Menurut saya pribadi hand grinder jenis “Hario Skerton” dari Jepang lah yang terbaik. Dari segi hasil gilingan, tahan lama dan yang paling terpenting harganya murah . Harga Hario Skerton berkisar Rp 450.000 . Nah itu untuk grindernya, sekarang kita ke alat seduhnya!
Tips: jauh lebih baik, kita menggiling kopinya pada saat ingin menyeduhnya, dengan begitu kita akan mendapatkan seduhan kopi yang lebih fresh. Yang barang tentu tidak akan agan temukan di kopi sachet.
Sebenarnya sangat banyak sekali jenis alat seduh kopi. Mulai dari espresso machine yang membutuhkan waktu hanya 20 detik untuk per-cup@30ml. Sampai cold brew yang membutuhkan waktu 12 jam !.
Untuk pemula saya merekomendasikan yang plaing sederhana dulu, yaitu : french press!
Alat ini sangat simple, karena hanya membutuhkan bubuk kopi dengan gilingan kasar ( bisa kita setting kasar & halusnya dari grinder kita sendiri ). Dan air panas. Harga french press yang berkualitas baik seperti cps-02 hario itu seharga kurang lebih 300rb-an.
So!… Lebih baik keluar uang lebih besar di awalkan? Tapi selanjutnya menjadi lebih murah.
Okay! Saya rasa sudah cukup sharing uneg-uneg tentang kopinya. Semoga semuanya jadi lebih mengerti seperti apa dunia kopi Indonesia saat ini.
“Kopi terbaiknya terkenal di luar negeri, eh! Orang Indonesianya malah minum kopi sachetan “. Bagaikan tikus yang mati di lumbung padi.”

Kamis, 07 Agustus 2014

Wisata Pancing

Wisata mancing dalam kurun 2-3 tahun belakangan ini sangat dimintati oleh para penghoby mancing di semua kalangan. Dari anak-anak hingga orang tua. Tak ketinggalan para pemancing dengan menggunakan umpan mainan atau istilahnya 'Minnow'. Saat ini ada beberapa spot yang sudah mulai terkenal di beberapa sungai di berau. Salah satunya di Sungai Tabalar Muara Kecamatan Tabalar. Mulai dari 3 hari setelah lebaran hingga 7 hari setelah lebaran banyak para pemancing yang sudah memesan untuk ditemani dan menjadi guide untuk memancing ujar Jecc nama sapaan Jeky. Anak ini sesudah 3 bulan belakang ini menjadi guide di kampung tabalar untuk membawa para pemancing mencari spot-spot mancing ikan. Menurutnya hal ini sangat baik dan mendapat dorongan serta ilmu dari keluarga serta kawan.

Salah satu jenis ikan Black Bass (Lutjanus goldei)
Menurut Hendra, salah satu pengunjung yang sering memancing di sungai tabalar bahwa ikan-ikan disini cukup ganas ketika sedang melakukan strikee.., hal ini yang membuat kita sebagai pemancing lebih tertarik dan penasaran dengan daerah ini. Harapannya sungai ini tetap terjaga dan lestari sehingga dapat menjadi wisata pancing alam yang menarik. Hal ini pula sejalan dengan keinginan kepala Kampung Tabalar Muara Bapak Jalaluddin yang menginginkan sunagi-sungai kampung tabalar tidak dilakukan penangkapan dengan jaring dan para pemancing sangat diharapkan memancing dengan cara TAKE and RILIS atau Ambil dan lepas.
Take and Rilis

Menurut Jecc ada berbagai macam ikan dilokasi ini diantaranya ada jenis ikan Lutjanidae atau jenis ikan Kakap, Ikan Megalops atau ikan bulan-bulan hingga jenis ikan Hampala macrolepidota.
Untuk memancing dilokasi ini sangat disarankan untuk konfirmasi terlabih dahulu ujarnya. Karena bisa saja hari ini air cukup bagus, namun terkadang besok air bisa saja keruh karena adanya hujan di hulu sungai sehingga air bisa saja keruh sewaktu-waktu. Namun hal tersebut bisa di carikan lokasi lainnya disekitar sungai-sungai kecil di tabalar untuk berburu jenis ikan Mangrove Jack. Sampai saat ini sudah berbagai macam wisatawan manca negara yang pernah melakukan kegiatan mancing dilokasi ini. Ada yang dari Singapura, Filipina dan Malaysia. Mereka sangat penasaran dengan ikan Black Bass dan Mangrove jack di sungai Tabalar.
jenis Ikan Hampala macrolepidota

Kamis, 03 Juli 2014

Perjalanku di Juli - Agustus 2014

Assalamualaikum....
Semoga ALLAH memberkati kita semua sebagai makhluk tuhan yang hidup di muka bumi ini..

Juli 2014...Merupakan akhir karir saya di Lembaga Swadaya Masyarakat..LSM ini cukup terkenal di mata dunia dengan konsentrasi dalam perlindungan alam baik hutan maupun laut. Awal Bulan Juli 2014 pun saya mengakhiri karier belajar saya di sana dan ingin mencari suasana baru dalam dunia pekerjaan. Alasannya keluar hanya ingin bantu Orang Tua. 

Namun memang iyaa. saya sempat membantu orang tua saya beberapa minggu di kampung. Seperti Menjalankan genset air untuk siram tanaman, pasang patok pagar sapi, kasi makan sapi,. kasi cucu sapi..eeeh kasi air minum maksudnya.. Sampai dengan hal-hal lainnya di dapur. Seperti memasak, mencari jeruk, lombok dan seperti jadi ibu rumah tangga lah.
Kegiatan setelah akhir karier tersebut bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1435 H. Jadi tidak banyak aktivitas yang dijalankan sehari-harinya..

Namun pada malam hari setelah kita berbuka puasa, biasanya berkumpul dahulu dan sholat magrib bersama keluarga (bapak dan Mama). setelah kita sholat magrib biasanya melanjutkan berbincang-bincang sambil menikmati hidangan yang lainnya seperti kue, kurma, kopi ataupun teh..

Jika dianggap cukup banyak waktu dan terkadang keasikan ngobrol kita pun melanjutkan menuju masjid yang jaraknya hanya 100 meter dari rumah kami. Sesampai di Masjid sudah banyak orang yang berkumpul baik itu anak-anak, orang tua dan anak muda.

Sholat isya kemudia dilanjutkan dengan taraweh. Imam masjid kebetulan adalah Orang Tua saya, namun aliran islam disana adalah islam Al-watihah, saya belum mengetahui istilah dan asal muasal aliran ini..Rencanaya sebagai seorang anak imam saya perlu mengetahui aliran ini sehingga sangat memahami latar belakangnya.

Kami melaksanakan taraweh dengan 23 Rakaat dengan lama waktu sholat +/- 30 Menit..
wah ini perjalanan sholat kilat juga sih menurut saya. Namun mau di apakkan kalau memang sudah menjadi adat dan tradisi masyrakat di kampung. Saya pun menanyakan kepada Pak Imam bahwa mengapa kita sholat terburu-buru. Beliau menjawab bahwa jika kita terlalu lama membaca surah dapat dipastikan untuk hari-hari kedepannya orang-orang sudah malas pergi taraweh. Nah hal ini juga yang menjadi pertanyaan besar saya mana yang baik, satu hal kita di ajarkan untuk sholat dengan tidak terburu-buru, satu hal yang lainnya kita mau mengajak masyrakat atau orang lain terus ikut beribadah..Tapi selama itu tidak buruk bagi semua orang.

Setelah sholat selesai biasanya kami saling atur strategi bersama teman-teman lainnya untuk mencari aktivitas lainnya dimalam hari. Biasanya kami sering memancing udang bersama di dermaga. sebelumnya kita mencari cacing sebagai umpan udang galah. 

Mancing dimalam hari terkadang ditemani dengan rembulan dan angin sepoi-sepoi sambil menarik perlahan-lahan pancing yang telah di turunkan dengan rokok yang di sela jari telunjung dan jari tengah. Terasa hentakan sesekali dari udang meronta perlahan-lahan untuk melepaskan mata kail yang telah tersangkut di mulut udang..daan strikeeeeee.. dapat 1 udang galah cukup besar kemudian di masukkan ke dalam keranjang kecil agar tidak lepas..


Tidak berselang lama kawan nan jauh dari saya pun berteriak Strikeeeeeeeeeeeee..1 udang galah naik lagi. Tak terasa sudah pukul 2 pagi.. mata mulai sayup dengan suasana kampung nyaman dan nyanyian jangkrik serta sesekali burung hantu berbunyi mencari mangsanya..pada akhirnya umpan cacing pun habis dan kami memutuskan untuk menyudahi mancing malam ini dengan hasil 4 ekor udang galah yang cukup besar dan 5 ekor dengan ukuran yang kecil. Keputusannya dari hasil perundingan dengan menghabiskan rokok 1 batang kita meutuskan untuk pulang kerumah dan sekaligus membunyikan klakson motor untuk membangunkan orang-orang untuk sahur..

Pukul 03.00 kami tiba di rumah dengan hasil udang dan mama sudah siap untuk menggoreng hasil tangkapan kami..tidak lama berselang udang goreng pun siap kami santap sebagai makan sahur kami..
cerita ini hanya di lakukan 1 malam di kampung..bagaimana kalau berhari-hari yah.. Akan lebih banyak cerita lagi selanjutnya..tungguin yaah berita selanjutnya..

Selamat membaca...